Ayo Cegah Stunting

 


I.        PENDAHULUAN

Permasalahan Stunting Pada Usia Dini Terutama Pada Periode 1000 HPK, Akan berdampak pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), yaitu :

1)   Dalam jangka pendek, stunting menyebabkan gagal tumbuh, hambatan perkembangan kognitif dan motorik, dan tidak optimalnya ukuran fisik tubuh serta gangguan metabolisme.

 

2)   Dalam jangka panjang, stunting menyebabkan menurunnya kapasitas intelektual. Gangguan struktur dan fungsi saraf dan sel-sel otak yang bersifat permanen dan menyebabkan penurunan kemampuan menyerap pelajaran di usia sekolah yang akan berpengaruh pada produktivitasnya saat dewasa.  

Upaya penurunan stunting dilakukan melalui dua intervensi, yaitu :

1)   Intervensi gizi spesifik untuk mengatasi penyebab langsung ;

2)   Intervensi gizi sensitif untuk mengatasi penyebab tidak langsung.

 

Selain mengatasi penyebab langsung dan tidak langsung, diperlukan prasyarat pendukung yang mencakup komitmen politik dan kebijakan untuk pelaksanaan, keterlibatan pemerintah dan lintas sektor, serta kapasitas untuk melaksanakan. Penurunan stunting memerlukan pendekatan yang menyeluruh, yang harus dimulai dari pemenuhan prasyarat pendukung dan melibatkan banyak pihak.

 

II.        KONDISI/DATA

1)     Keluarga Beresiko (Berdasarkan Pemutakhiran Pendataan Keluarga thn 2022)

No

KECAMATAN

JLH KEL BERESIIKO

1.

Kecamatan Sikakap

1.158

2.

Kecamatan Sipora Selatan

1.046

3.

Kecamatan Seberut Utara

978

4.

Kecamatan Siberut Selatan

949

5.

Kecamatan Pagai Selatan

833

6.

Kecamatan Sipora Utara

726

7.

Kecamatan Siberut Barat Daya

582

8.

Kecamatan Siberut Barat

581

9.

Kecamatan Pagai Utara

527

10.

Kecamatan Siberut Tengah

210

 

TOTAL KEL. BERESIIKO

7.590

 

2)    Kasus Stunting

v  Jumlah Kasus Stunting : 1.195 atau

v  Prevalensi Stunting : 32,0 % ( sesuai data SSGI )

 

III.        UPAYA YANG SUDAH DAN SEDANG DILAKUKAN

Yang sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai :

a.    Intervensi Spesifik

ü  Pencegahan anemia pada remaja puteri, yaitu dengan melakukan ;

·         Aksi bergizi di sekolah (makan buah dan telur)

·         Skrining HB

·         Pemberian tablet tambah daran (TTD)

ü  Pendampingan calon pengantin (catin) untuk melakukan Skrining kesehatan calon pengantin (catin)

ü  Pemberian makanan tambahan (PMT) yang bersumber protein hewani berupa susu dan telur pada balita stunting.

ü  Pendampingan/kunjungan terhadap ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis (KEK) dan pemberian makanan tambahan ibu hamil KEK.

ü  Pemantauan tumbuh kembang Balita di posyandu tiap bulan dan pada saat penimbangan massal di bulan Februari dan Agustus 2023.

 

 

 

b.   Intervensi Sensitif

ü  Pendampingan keluarga beresiko stunting

ü  Pemberian edukasi pencegahan stunting

ü  Penetapan bapak/bunda asuh anak stunting untuk pemberian makanan tambahan

ü  Pendayagunaan pekarangan rumah untuk penanaman sayuran

ü  Melakukan pemantauan/pendampingan kepada calon pengantin/calon pasangan usia subur, ibu hamil, ibu pasca persalinan, anak usia 0-24 bulan, anak usia 25-59 bulan sebagai upaya mendeteksi dini faktor-faktor risiko stunting.

ü  Menyelenggarakan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) untuk memberikan edukasi pentingnya mengkonsumsi makanan bergizi dan juga melakukan praktek pengolahan pangan lokal bergizi.

ü  Melaksanakan Audit Kasus Stunting (AKS) untuk memastikan faktor penyebab terjadinya kasus stunting dan memastikan diaknosa penanganan lebih lanjut.

 

 IV.        UPAYA MENDAPATKAN DUKUNGAN INTERVENSI

ü  Melakukan kampanye pentingnya konsumsi makanan bergizi melalui media maupun secara langsung kepada masyarakat.

ü  Peningkatan terhadap akses pelayanan kesehatan yang meliputi; pemeriksaan kehamilan oleh tenaga kesehatan, pemberian ASI eksklusif, imunisasi dan pengobatan.

ü  Peningkatan sanitasi dan kebersihan lingkungan. Melakukan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya kebersihan diri, makanan dan lingkungan. Memastikan akses air bersih dan sanitasi yang baik.


 

   V.        HARAPAN DALAM PENANGANAN STUNTING

 

1.   Menurunnya prevalensi stunting

Melalui langkah-langkah intervensi yang efektif, harapannya adalah dapat menurunkan angka stunting dalam populasi, sehingga lebih banyak anak yang tumbuh dengan perkembangan fisik dan kognitif yang optimal.

2.   Peningkatan kesadaran masyarakat

Diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya gizi yang baik dan pencegahan stunting. Dengan begitu, masyarakat dapat mengadopsi pola makan yang seimbang dan menjaga kesehatan anak-anak mereka.

3.   Pendekatan lintas sektor yang optimal

Harapannya adalah tercipta kerjasama yang baik antara pemerintah, lembaga non-profit, sektor swasta, dan masyarakat untuk mengatasi stunting. Dengan kerjasama yang baik, berbagai sumber daya dan keahlian dapat dikombinasikan untuk mencapai hasil yang maksimal dalam penanganan stunting.

4.    Ketersediaan dan akses terhadap gizi yang baik

Diharapkan bahwa seluruh anak memiliki akses terhadap gizi yang baik melalui makanan bergizi dan suplemen yang diperlukan. Pemerintah dan lembaga terkait juga diharapkan memiliki kebijakan yang mendukung ketersediaan dan aksesibilitas gizi yang baik.

5.   Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan

Diharapkan pelayanan kesehatan, terutama dalam hal pencegahan, deteksi dini, dan penanganan stunting, terus ditingkatkan. Dengan begitu, anak-anak yang terindikasi stunting dapat mendapatkan perawatan dan intervensi yang tepat sesuai dengan kondisi mereka.

6.   Perubahan pola pikir masyarakat

Harapannya adalah terjadi perubahan pola pikir masyarakat terhadap stunting, dari pandangannya sebagai masalah terisolasi menjadi pandangan yang lebih komprehensif dan kompleks. Masyarakat diharapkan dapat melihat stunting sebagai isu kesehatan dan pembangunan yang melibatkan berbagai aspek, termasuk gizi, sanitasi, pendidikan, dan pembangunan sosial.

 

Melalui kolaborasi dan upaya bersama, harapannya adalah mengatasi stunting secara menyeluruh dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
close
 https://api.whatsapp.com/send?phone=6281268773044