PENGARUH TEKNOLOGI TERHADAP PSIKOLOGI ANAK USIA DINI
Oleh : Nailul Husni (2317020009)
Jurusan : A (Sistem informasi)
Tugas : Membuat karya
ilmiah tentang pengaruh
teknologi
Teknologi adalah benda atau alat yang diciptakan manusia untuk membantu dan memudahkan pekerjaan manusia dalam tugas tertentu. Dengan teknologi maka segala aktivitas manusia akan terdukung dan dipermudah, seperti halnya komunikasi yang awalnya manusia hanya berkomunikasi dengan tatap muka. Namun, karena adanya teknologi masyarakat mulai terbantu. Psikologi adalah bidang ilmiah dan terapan yang mempelajari perilaku manusia, fungsi mental, dan proses mental menggunakan prosedur ilmiah.
Tidak
hanya orang dewasa saja yang sering menggunakannya, anak-anak bahkan balita juga banyak yang rutin menggunakan perangkat tersebut. Tentu saja hal ini membawa
dampak yang sangat negatif terhadap perkembangan psikologis, khususnya perkembangan psikososial. Anak yang terbiasa menggunakan gawai akan cenderung
lebih pendiam, dalam artian mereka pendiam, bukan karena memang secara alamiah
mereka pendiam. Namun, ia lebih tenggelam dalam dunianya sendiri dengan gadget
yang digunakannya.
Di usia sensitif ini akan ada dampaknya, apalagi
jika anak mengakses jejaring sosial. Anak yang
kecanduan jejaring sosial pasti akan mempengaruhi psikologinya dan anak pasti akan terganggu
dengan hal ini dan akan menimbulkan kecemasan dan depresi pada anak.
Sebuah teknologi yang terus berkembang yang akan sulit dihentikan. Anak akan
lebih egois dibandingkan anak yang tidak memiliki jejaring sosial, karena
banyak jejaring sosial yang akan memberikan efek negatif yang membuat
anak harus mengutamakan dirinya sendiri, tidak akan memperdulikan orang lain
yang hadir. Ada orang disekitarnya sehingga membuat sosialisasi menjadi sulit.
Kemajuan
teknologi zaman sekarang telah mempengaruhi tumbuh kembang anak sehingga
menimbulkan perbedaan perilaku
antara anak masa kini dengan
anak masa dahulu.
Generasi sekarang cepat
beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Pengaruh perkembangannya dapat
memberikan dampak negatif dan positif terhadap perilaku dan tumbuh kembang
seorang anak,termasuk pola pikir anak tersebut.
Teknologi
memang sangat membantu dalam kehidupan,akan tetapi ia tetap memiliki
kekurangan. Karena itu orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam mengawasi anak-anaknya. Sehingga anak-anak tidak
salah pilih tontonan yang membuat mereka melakukannya dan
mencontohkannya dalam kehidupan
sehari-hari yang tidak sepatutnya di lakukan oleh anak pada usia
mereka dan anak-anak pada umumnya yang ada di lingkungan sekitar.
Sehingga zaman
sekarang teknologi sudah menjadi bagian yang tidak bisa di pisahkan dari kehidupan
sehari-hari termasuk kehidupan anak-anak. Anak-anak saat ini sudah biasa dan
mahir dalam menggunakan teknologi seperti smartphone, komputer, tablet, laptop dan
lainnya. Tentu hal tersebut memiliki pengaruh terhadap psikologi seorang anak
baik positif maupun negatif. Hal positifnya seperti meningkatkan kreativitas dan keterampilan. Hal negatifnya kecanduan, gangguan tidur, kurang
aktivitas fisik, paparan konten negatif, dll.
Dalam
hal ini peran orang tua sangat dibutuhkan dalam mengontrol dan mengawasi tumbuh
kembang seorang anak. Agar anak tersebut tidak terlalu kecanduan terhadap
teknologi. Jika orang tua memberikan izin untuk memakai teknologi maka orang
tua juga harus membatasi waktu penggunaan teknologi tersebut agar tidak terlalu mempengaruhi anak tersebut. Dalam
masa tumbuh kembang
anak memang suka mencoba dalam hal baru yang belum pernah mereka coba,
maka orang tua harus selalu mengawasi dan memperhatikannya.
Penting
bagi orang tua dan pendidik untuk memantau penggunaan teknologi oleh anak-anak
secara cermat dan menjaga keseimbangan antara penggunaan teknologi
dan aktivitas lain yang penting bagi perkembangan mereka. Penting
untuk diingat bahwa
dampak psikologis teknologi
pada anak-anak dapat
bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti usia, kepribadian, riwayat
keluarga, dan waktu penggunaan. Penting juga untuk memperhatikan pengawasan
orang tua dan pendidik dalam membimbing penggunaan teknologi pada anak untuk
menjamin penggunaan yang sehat dan
seimbang.
Penggunaan
teknologi yang berlebihan dapat mengganggu tidur, mengurangi aktivitas fisik,
dan menghambat pengembangan keterampilan sosial. Tantangan penting yang
dihadapi orang tua dan pendidik saat ini adalah menemukan keseimbangan yang
tepat antara penggunaan teknologi dan perkembangan psikologis anak. Dengan
waktu yang tepat,
pemilihan konten yang tepat, serta dukungan
dan edukasi yang tepat sasaran, kita dapat memaksimalkan manfaat teknologi
sekaligus melindungi kesejahteraan psikologis anak-anak. Penting juga untuk mengembangkan keterampilan sosial, emosional dan
kritis yang diperlukan untuk menunjukkan kebijaksanaan di era teknologi yang terus berubah.
Penggunaan perangkat
elektronik yang tidak
teratur menyebabkan peningkatan kecemasan, depresi, autisme, gangguan defisit perhatian,
gangguan bipolar dan gangguan perilaku pada anak.
Penggunaan perangkat elektronik yang berlebihan dapat
menimbulkan stres pada anak. Biasanya
anak- anak mengalami stres karena tidak bisa memenangkan permainan di
gawainya, sehingga tak jarang menyebabkan kondisi mentalnya terganggu.
Dalam
proses perkembangan emosi, anak yang menggunakan gawai akan menjadi mudah
tersinggung, tidak patuh, meniru perilaku gawai, dan berbicara sendiri di
gawai. Sedangkan dampaknya terhadap perkembangan akhlak akan berdampak pada
kedisiplinan, anak malas melakukan
apapun, melalaikan ibadah, dan berkurangnya waktu
belajar karena terlalu banyak bermain game dan menonton
YouTube.
Penggunaan gawai yang berlebihan oleh anak-anak mempunyai
dampak negatif karena
dapat menurunkan kemampuan mereka untuk berkonsentrasi dan meningkatkan
ketergantungan mereka
pada kemampuan mereka untuk melakukan
berbagai hal yang seharusnya dapat mereka lakukan sendiri. Dampak lainnya adalah meningkatnya akses Internet pada
perangkat yang menampilkan hal-hal yang tidak sempat ditonton oleh anak-anak.
Banyak anak yang kecanduan gawai dan
lupa berkomunikasi dengan lingkungan sekitar sehingga berdampak pada
psikologinya, termasuk krisis kepercayaan diri dan perkembangan fisiknya.



Tidak ada komentar